Dapat buku ini dari bookray Bookcrossing (http://bookcrossing.com). Aku belum pernah liat buku ini, iseng nemu ada yang nawarin bookray atau kirim buku berantai. Ngikut gabung di situ, dapat bukunya kira-kira 2 minggu yang lalu, sebelum liburan.

Ceritanya tentang Michael, cowok muda yang gak sengaja nemu rumah yang dilelang, namanya Gipsy's Acre. Di rumah itu dia ketemu juga dengan cewek yang ternyata jutawan Amrik dan sama-sama mereka nikah dan beli rumah itu. Rumah itu diklaim penuh kutukan orang Gipsi, yang tidak mereka hiraukan. Istri Michael tak lama kemudian ditemukan meninggal. Kutukankah?

Aku yang penggemar Agatha Christie, belum pernah baca tipe bukunya yang seperti ini. Kuakui aku memang terbiasa dengan Poirot dan Miss Marple. Ada sesuatu yang familiar dari gaya nulis Christie, tapi buku yang satu ini bener-bener beda. Bukunya keliatan tua, liat sampulnya, diproduksi tahun 1967!


Nunggu lama juga untuk buku ini, gak nongol-nongol di perpus.

Tentang perjalanan di kapal pesiar para tokoh Higgins Clark: pasangan Reillys dan Meehan. Tidak ada pembunuhan, cuma tentang pelaku kriminal yang ngikut melarikan diri dan sembunyi di kapal ini. Agak mengecewakan....


Tentang wanita yang melihat suaminya membunuh selingkuhannya dan kemudian mengepalai penyelidikan pembunuhan itu. Plot ceritanya mengejutkan dan gak terduga-duga.


Buku pertama tokoh terbaru James Patterson, Michael Bennett, detektif kepolisian New York. Baru kehilangan istri karena kanker dan ditinggali 10(!) anak angkat. Kasus pertamanya penyanderaan artis dan tokoh terkenal lewat upacara pemakaman istri mantan Presiden.

Lumayan bagus, agak-agak hiperbol juga jumlah anak angkatnya, kayaknya gak bisa diapal satu-satu namanya.


Terkesan buku terbarunya, aku lanjut baca buku lainnya yang kutemuin di perpus Nijmegen.
Ceritanya juga tentang kematian, kali ini konsep kematian ala Albom.
Cerita diawali dengan kematian Eddie, tokoh utama yang dalam perjalanan kematiannya bertemu dengan 5 orang, yang di kala hidupnya secara langsung dan tidak langsung berhubungan dengannya.

Menarik, tapi kurang menyentuh seperti For One More Day. Favoritku ketika dia bertemu dengan almarhum istrinya.


Iseng nyomot dari koleksi buku bahasa Inggris di perpus Bemmel yang gak banyak. Tadinya nyari buku pengarang ini yang lokasi ceritanya di Tuscany, Italia, tapi gak ada di Bemmel. Jadi baca ini aja buat uji coba cocok ato gak.

Bukunya tentang perjuangan Harriet yang kehilangan kakak dan kakak iparnya di kecelakaan mobil dan ditinggali 2 keponakan. Dia harus melepaskan karirnya, pindah ke rumah orang tuanya dan tinggal bersama. Ternyata sang kakak meninggalkan rahasia yang bakal terungkap dan hidup Harriet yang kemudian berubah bukan hanya karena 2 keponakan tapi karena hubungannya dengan Will, yang juga ditinggal mati oleh anak pertamanya.

Bukunya bagus, terutama untukku yang hampir gak pernah baca roman. Kayaknya gak mau berhenti nerusin perjalanan tokoh-tokohnya.


Tertarik baca buku ini waktu penulisnya jadi tamu di Oprah. Bukunya tentang perjalanan penulis mencari ketenangan batin setelah perceraiannya. Bukunya dibagi menjadi 3 bagian: eat (perjalanan di Italia), pray (di India) dan love (di Bali).

Bagian eat dan love menurutku yang paling menarik, karena Italia dan Indonesia. Aku kurang tertarik dengan spiritual blablabla, jadi bagian pray gak "masuk" ke minatku.

Inti buku ini, belajar berbicara dengan inner side kita, mencintai diri sendiri dan belajar menyingkirkan hal-hal negatif dari diri sendiri (misalnya : "I'm not good enough for this... or for that).

Newer Posts Older Posts Home